Kamis, 12 November 2015

"Umur" Browser Chrome di Windows XP Tinggal Enam Bulan


Rabu, 11 November 2015 | 15:38 WIB

Ilustrasi.
KOMPAS.com - Pengumuman penting bagi pengguna sistem operasi Windows XP dan Vista di laptop atau PC mereka.

Google akan menghentikan update untukbrowser Chrome di kedua sistem oprasi Microsoft yang lama itu pada April 2016.

"Mulai April 2016, Chrome tetap akan bisa berjalan di platform tersebut, namun update keamanannya tidak diberikan lagi," demikian tulis Google dalam sebuahposting di blog resminya.

Microsoft sendiri telah menghentikanupdate keamanan untuk XP pada April 2014 lalu, namun Google tetap memberikan update untuk pengguna Chrome di komputer Windows XP selama dua tahun belakangan ini.

Namun kini, dikutip KompasTekno dariDigital Trends, Rabu (11/11/2015), tim Chrome mengumumkan akan menghentikan ddukungan mereka untuk Windows XP, Vista, dan pengguna Mac OS.

Sistem operasi OS X versi yang lebih lama dari Mountain Lion (10.8) juga akan berhenti mendapat update untuk browserChrome. Bagi para pengguna OS ini, Google menyarankan agar melakukan upgrade ke sistem operasi yang lebih baru.

Sementara itu, browser Mozilla Firefox belum memiliki rencana untuk menghentikan dukungan untuk platformXP dan Vista.

Selama pengguna memakai OS Windows XP Service Pack 1 atau yang lebih baru,update Firefox tetap tersedia.

Lewat Foto, Microsoft Tahu Kamu Sedih atau Bahagia


Kamis, 12 November 2015 | 14:13 WIB

Project OxfordMicrosoft kembangkan teknologi pengenal emosi
KOMPAS.com - Teknologi pengenal wajah(facial recognition) tak lagi istimewa untuk aplikasi-aplikasi populer. Facebook telah lama mengembangkan teknologi tersebut untuk layanan jejaring sosial dan instant messaging-nya.
Untuk itu, Microsoft ingin menghadirkan teknologi yang lebih menakjubkan dari sekadar kemampuan mengenal wajah.

Dilansir KompasTekno, Kamis (12/11/2015) dari situs Project Oxford, Microsoft tengah mengembangkan teknologi pengenal emosi (emotion recognition). Dengan teknologi tersebut, pengguna dapat mengetahui kadar emosi seseorang hanya lewat foto. 
Kebahagiaan, kemarahan, kesedihan, ketakutan, kaget, jijik, netralitas, serta emosi-emosi lainnya dapat teridentifikasi.
Pendiri konsultan periklanan Howard Raucous LLC, Chris Matyszczyk, menceritakan pengalaman pribadinya menjajal teknologi tersebut di Cnet.

"Kebanyakan foto saya mencerminkan netralitas dan kebahagiaan. Satu foto yang saya tes menunjukkan 39 persen netralitas dan 60 persen kebahagiaan," kata dia.

Berguna untuk memilih foto profil di media sosial
Menurut Matyszczyk, teknologi teranyar dari Microsoft dapat dimanfaatkan seseorang untuk memilih foto profil pada media sosial. Dengan begitu, impresi yang ingin digambarkan dapat disampaikan kepada khalayak secara tepat.
Utamanya bagi tokoh politik, artis, pengusaha dan figur publik lainnya, tentu foto profil media sosial perlu dipilih secara saksama agar dapat memancarkan citra tertentu.
"Teknologi ini dapat menentukan bagaimana wajah Anda terproyeksi pada sebuah foto. Eksperimen ini adalah langkah progresif Microsoft untuk melihat lebih banyak hal dari wajah manusia," ia menjelaskan.
Saat ini, emotion recognition masih menjadi eksperimen di bawah naungan Project Oxford. Diketahui, sejak awal 2015, Microsoft menghadirkan Project Oxford sebagai wadah pengembangan API, SDK dan layanan lainnya untuk membantu pengembang membangun aplikasi cerdas dan menarik.
Anda bisa mengetahui bagaimana emosi yang terpancar dari foto Anda melaluilaman demo emotion recognition pada situs Project Oxford.
Syaratnya, kualitas resolusi foto harus lebih dari 36x36 piksel. Ukurannya juga harus lebih dari 4MB. Untuk format, pengguna bisa mematrikan gambar JPEG, PNG, BMP dan GIF.
Dalam satu foto, emotion recognitionbisa mengidentifikasi hingga 64 wajah. "Wajah paling depan hasilnya akan paling baik," begitu tertulis pada situs. "Teknologi ini bersifat ekperimental, tak selalu akurat," Microsoft memperingatkan.

Jet Pertama Buatan Mitsubishi Terbang Perdana


Kamis, 12 November 2015 | 10:14 WIB

Kyodo/ReutersPesawat jet Mitsubishi Regional Jet (MRJ) buatan pabrikan Jepang, Mitsubishi terbang perdana, Rabu (11/11) di Nagoya, Jepang.
KOMPAS.com — Mitsubishi Aircraft Corporation, anak usaha Mitsubishi yang bergerak di bidang produksi pesawat terbang, pada Rabu (11/11/2015) melakukan penerbangan perdana pesawat jet pertama buatannya, Mitsubishi Regional Jet (MRJ).

Penerbangan perdana (maiden flight) MRJ dilakukan di sebuah bandara di Nagoya, Jepang. Pesawat mengangkasa pada pukul 09.37 waktu setempat. Dua pilot dengan pengalaman militer disebut pihak Mitsubishi menerbangkan MRJ.

Satu pilot adalah mantan pilot Angkatan Udara Bela Diri Jepang dan satu lagi adalah pilot Angkatan Laut Bela Diri Jepang.

Melalui penerbangan perdana itu, Mitsubishi bertujuan mengenali karakteristik dasar pesawat, seperti saat menanjak, menurun, atau saat berbelok.

Kyodo/ReutersKru Mitsubishi yang melakukan misi penerbangan perdana Mitsubishi Regional Jet berkumpul sebelum melaksanakan penerbangan di Nagoya, Jepang, Rabu (11/11).
MRJ adalah hasil kolaborasi antara Mitsubishi Heavy Industries dengan Toyota Motor Corporation, yang desainnya dibantu oleh Fuji Heavy Industries, anak usaha Toyota. Pesawat memiliki kapasitas tempat duduk 70-90 penumpang.

Pesawat ini menjadi pesawat pertama yang didesain dan diproduksi di Jepang setelah NAMC YS-11 yang gagal dan merugi pada tahun 1960-an.

Seperti penerbangan perdana lainnya, semua bagian pesawat yang bergerak, seperti roda pendaratan dan flap, akan berada dalam posisi tetap. Thrust reverserjuga tidak dipakai.

Pesawat tes pertama Mitsubishi (First Test Aircraft/FTA1) diluncurkan pada Oktober lalu, dan dicat dengan livery khas Mitsubishi, yaitu warna merah, hitam, dan emas. MRJ diketahui menggunakan mesin buatan Pratt & Whitney PW1200G.

Dikutip KompasTekno dari Flight Global, Mitsubishi akan menggunakan lima pesawat dalam pengujian yang akan berlangsung selama 2.500 jam itu.

MRJ masih memiliki waktu sekitar 1,5 tahun untuk menyelesaikan pengujian dan sertifikasi, sebelum mulai pengiriman kepada pemesan pada kuartal kedua pada 2017 nanti.

Mitsubishi sendiri mengklaim hingga kini telah menerima firm order sebanyak 223 pesawat, dengan opsi pembelian sebanyak 184 pesawat lagi dari klien mereka.

10 Cara Mempercepat Koneksi WiFi


Jumat, 9 Januari 2015 | 21:01 WIB


Ilustrasi router
KOMPAS.com - Koneksi nirkable WiFi yang buruk bisa membuat orang merasa tertekan. Terutama ketika internet telah jadi bagian dari hidup sehari-hari, mulai dari hiburan sampai soal pekerjaan.
Namun Anda bisa tidak perlu panik bila koneksi WiFi di rumah mendadak terhambat. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah mengecek router yang Anda gunakan. Pasalnya, mulai dari posisi sampai pengaturan router ini akan berpengaruh pada kuat atau tidaknya sinyal WiFi.
Saat mengecek router Anda, pastikan Anda mencoba 10 langkah sederhana ini, seperti dilansir KompasTekno dari Vox, Jumat (9/1/2015).
1. Cek posisi router

Mengecek posisi router terkesan hal sepele, padahal efeknya bisa besar.Router bekerja mengirimkan sinyal ke semua arah. Karena itu, sebaiknya letakkan router di bagian tengah ruangan.

Bila router diletakkan di samping jendela, maka ada sinyal yang dikirimkan ke luar. Ini akan membuat WiFi tersebut sia-sia dan tidak menjangkau seluruh bagian ruangan.
2. Jangan diletakkan di lantai

Letakkan router di tempat yang tinggi, misalnya meja atau lemari. Posisi yang lebih tinggi akan menguntungkan karena router dirancang untuk mengirimkan sinyal ke bawah. Selain itu, lantai mengandung bahan semen, beton dan logam yang sulit ditembus oleh sinyal WiFi.
3. Letakkan router di tempat khusus
Sinyal WiFi akan terpancar lebih kuat di dalam ruangan tempat Anda menyimpanrouter tersebut. Atas dasar itu, sebaiknya Anda meletakkan router tersebut dalam ruangan yang sering Anda tempati saat menggunakan internet.
4. Pilih tempat terbuka
Ada banyak bahan yang bisa menyerap sinyal router dan mengurangi kinerjanya. Untuk menjaga agar kinerja sinyal tetap optimal, sebaiknya Anda tidak meletakkan router di antara mebel berukuran besar dan dinding, atau di dalam lemari. Pilihlah posisi yang bebas himpitan serta membuat router tersebut dapat terlihat dari manapun.
5. Jauhkan dari elektronik lain
Jauhkan router Anda dari perangkat elektronik lain, seperti microwave, telepon nirkabel, serta TV. Perangkat apapun yang menghasilkan sinyal elektromagnetik bisa mengganggu dan melemahkan kinerja sinyal WiFi.
6. Atur antena agar berdiri
Atur agar antena router berada di posisi vertikal. Posisi ini akan membuat sinyal terpancar secara horizontal sehingga sinyal WiFi lebih mudah menjangkau seluruh bagian ruangan.
7. Periksa kekuatan snyal
Ada sejumlah aplikasi, sepertiCloudcheck atau Amped yang dapat digunakan untuk keperluan ini. Saat mengecek sinyal, Anda bisa memetakan bagian mana yang menerima sinyal kuat dan mana yang menerima sinyal lemah.
8. Atur piranti lunak router
Anda juga bisa mempercepat koneksi WiFi dengan memasukkan pengaturan tertentu pada piranti lunak router. Akses menuju piranti lunak ini bisa dibuka melalui IP khusus. Anda bisa mengeceknya pada bagian bawah routeratau pada panduan yang disertakan dalam boksnya.
Setelah masuk ke dalam menu pengaturan, ubahlah channel frekuensirouter tersebut. Biasanya ada 14 channelyang bisa dipilih. Channel terbaik biasanya adalah 1, 6, dan 11. Channeltersebut cenderung minim gangguan karena jarang bersinggungan denganchannel yang digunakan orang lain.
Selain pengaturan channel, cek juga pemutakhiran firmware. Biasanya pembuat router akan mengeluarkan pemutakhiran firmware untuk memperbaiki kinerja perangkatnya.
9. Lakukan speed test
Lakukan speed test untuk mengetahui letak masalah koneksi Anda. Pertama cobalah melakukannya dengan koneksi WiFi, kemudian lakukan hal serupa menggunakan koneksi kabel. Jika keduanya sama-sama buruk, berarti masalah ada pada penyedia layanan internet Anda.
10. Beli router baru

Ini adalah jalan terakhir. Bila semua sudah dicoba dan Anda sudah memastikan masalah tidak berasal dari penyedia layanan internet, belilah routerbaru.

Begini Cara Pakai Google Maps Tanpa Koneksi Internet


Rabu, 11 November 2015 | 14:58 WIB

SlashgearGoogle Maps kini bisa diakses offline
KOMPAS.com — Kemampuan mengakses Google Maps tanpa koneksi internet(offline) sudah menjadi wacana sejak pertengahan 2015 lalu. Kini, rencana tersebut sudah direalisasikan untuk beberapa pengguna.
Jika Anda melihat tiga kombinasi opsi "Save", "Share", dan "Download" saat membuka lokasi di Maps, maka aplikasi Anda telah diperbarui dan bisa menggunakan fasilitas peta Google Maps secara offline.
Namun, jika kombinasi opsi masih terpaut pada "Call", "Save" dan "Website", artinya aplikasi belum mendapat pembaruan, atau pengguna harus memperbaruinya secara manual terlebih dahulu.
Bagi pengguna yang sudah mendapat pembaruan, berikut langkah-langkah memanfaatkan fitur akses offline pada Maps.
Pertama, buka aplikasi Maps pada perangkat Android. Untuk sementara, baru pengguna Android yang bisa menjajal kemampuan offline Maps. Pengguna iOS dikatakan akan segera menyusul, sebagaimana dilaporkanSlashgear dan dihimpun KompasTekno, Rabu (11/11/2015).
Kedua, cari lokasi tujuan. Pada tahap ini pengguna masih harus terkoneksi internet. Jika di rumah atau di kantor tersedia akses Wi-Fi, pengguna bisa lebih menghemat pemakaian data sebelum kemudian beranjak ke tempat sasaran.
Ketiga, unduh lokasi tujuan. Maps bakal memperlihatkan informasi estimasi waktu untuk mencapai tujuan. Adapula informasi cuaca, foto-foto, dan deskripsi tempat jika sudah tersedia.

Bersamaan dengan itu, terpatri juga tiga opsi yang telah disebutkan sebelumnya (Save, Share, Download). Pengguna cukup menekan pilihan "Download" untuk mengunduh lokasi.
Keempat, konfirmasi lokasi tujuan.Maps bakal menunjukkan rute lokasi dan memastikan kepada pengguna apakah rute tersebut yang ingin ditempuh. Jika benar, pengguna cukup menekan layar untuk menyetujui perintah unduh.
Kelima, Maps akan mengunduh lokasi tujuan yang telah disepakati. Setelahnya, pengguna bisa beranjak menuju lokasi tersebut dengan informasi rute dari Maps tanpa harus mengaktifkan internet.
Kemampuan akses offline ini diharapkan dapat membantu pengguna memangkas pemakaian data (dan sedikit banyak penggunaan baterai) saat mengakses Maps di tengah jalan.
Untuk lebih lengkapnya, simak video berikut ini. Selamat mencoba!

Apple Music Resmi Hadir di Android


Rabu, 11 November 2015 | 13:36 WIB

EngadgetApple Music
KOMPAS.com - Setelah dirilis pertama kali untuk platform iOS, Apple Music kini tersedia untuk para pengguna Android.

Dengan demikian, pengguna yang tidak memiliki iPhone tetap bisa mencoba aplikasi Apple Music yang baru.

Namun, dikutip KompasTekno dari The Next Web, Rabu (11/11), aplikasi Apple Music di Android hanya bisa dicoba gratis selama tiga bulan ke depan.

Artinya, setelah tiga bulan mencoba, pelanggan akan ditarik biaya 9,99 dollar AS per bulan. Aplikasi tersebut tetap gratis untuk diunduh di toko aplikasi Play Store.

Untuk streaming musik, pengguna Android kini memiliki akses langsung ke iTunes.

Apple Music diklaim sudah mendapatkan pengguna sekitar 11 juta orang sejak peluncurannya Juni lalu. Totalnya ada 100 negara di dunia, termasuk Indonesia, yang dapat mengakses layanan streaming itu.

Selain ada kumpulan lagu, pengguna kini bisa mengakses stasiun radio digital Apple Beats 1. Ada juga fitur Connect yang membuat pengguna bisa mengikuti berbagai informasi terkait penyanyi atau grup musik kesukaan mereka.

Hadirnya Apple Music di Android mungkin tidak akan membuat pengguna Google Play Music bermigrasi, namun setidaknya kini mereka memiliki pilihan alternatif lain.

Apple Music di Android bisa diunduh ditautan berikut ini.

Halo, Sekarang Bukan Lagi Era 1960-an, Saatnya "Wireless"...


Selasa, 10 November 2015 | 19:47 WIB

THINKSTOCKPHOTOSDi abad 21, segala perangkat elektronik mulai memanfaatkan teknologi wireless.

KOMPAS.com
 – Pukul sebelas pagi. Bayangkan, Anda sedang duduk di kafe berteman secangkir kopi sembari membaca buku. Anda sengaja datang ke kafe itu karena sudah ada janji dengan sahabat karib yang lama tak bersua.

Satu jam menunggu, rasa gelisah dan tak sabar mulai menyergap. Rasanya sudah gatal ingin menelepon sang teman dan bertanya kenapa terlambat. Sayangnya, saat itu adalah era 1960-an. Belum ada telepon genggam.

Tentu, kehidupan manusia sebelum Martin Cooper menemukan sistem telepon berteknologi non-kabel tak sepraktis hari ini. Bahkan, tak hanya telepon genggam, kini teknologi berbasis wireless atau nirkabel pun semakin marak disematkan pada perangkat lain dengan tujuan efisiensi.

Apa saja teknologi-teknologi itu?

Wireless charging

Pengisian daya nirkabel mulai merambah dunia telekomunikasi. Banyak produsen telepon pintar mulai menyematkan teknologi ini pada produk mereka.

Tak hanya itu. Wireless charging stationatau alat pengisi daya nirkabel sekarang juga ada di beberapa jenis furnitur, seperti meja, lampu tidur, atau bahkan lemari hias.

Hal itu tak aneh mengingat sistem pengisian daya tanpa kabel terbukti lebih aman karena tidak berisiko memicu hubungan arus pendek atau korsleting. Alat pengisi daya nirkabel juga lebih tahan lama dibanding jika menggunakan kabel.

Tak hanya itu. Teknologi ini pun dinilai ramah lingkungan karena bersifat non-radiatif.

Teknologi wireless charging atau disebut juga pengisian induksi memanfaatkan medan elektromagnetik untuk memindahkan energi di antara dua perangkat. Peranti elektronik yang ingin di-charge cukup diletakkan di atas alat pengisi daya nirkabel.

Saat alat dinyalakan, arus listrik menciptakan medan magnet dan menyalurkannya ke kumparan perangkat di atasnya. Kumparan yang terhubung dengan baterai itu kemudian menciptakan arus listrik. Pengisian daya pun dimulai dan akan terhenti ketika perangkat diangkat.

Saat ini, ada tiga patokan standar wireless charging, yaitu Qi standar, Power Matters Alliance (PMA), dan Aliance for Wireless Power (A4WP). Standar tersebut diharapkan mampu menciptakan ekosistem yang dapat menyokong pertumbuhan produk-produk lain berbasiswireless charging.

Wifi

Istilah Wifi pertama kali dipakai secara komersial pada Agustus 1999. Semua perangkat yang bisa terhubung Wifi dapat memanfaatkan jaringan internet melalui sebuah titik akses atau hotspot. Jangkauannya mencapai radius hingga 20 meter.

Barang ini tentu bukan hal baru bagi orang-orang yang melek teknologi. Anda mungkin memiliki salah satunya di rumah dan kantor. Bahkan, seperti dikutip dariHuffingtonpost.com, sekitar 64 persen hotel di dunia kini menawarkan koneksi Wifigratis.

Tak hanya dimanfaatkan untuk berselancar internet, jaringan Wifi bisa pula menghubungkan beragam perangkat lain, termasuk printer. Tentu sangat tidak praktis jika printer cuma terhubung lewat kabel untuk satu komputer.

Karena alasan itu, banyak perusahaan membeli printer yang bisa terhubung secara nirkabel. Tentu saja, tujuannya adalah agar satu printer dapat digunakan bersama-sama oleh beberapa komputer sekaligus.

Contoh printer yang sudah menempelkan teknologi ini adalah seri T keluaran Brother Printer, yaitu DCP-T500W dan DCP-T700W. Bersama teknologi nirkabel, seri printer tersebut menawarkan pula sistem tinta isi ulang dengan kapasitas mencetak 6.000 halaman per botol tinta.

Sekali lagi, saat ini bukan era 1960-an. Sekarang eranya peranti wireless!